Mengenal Jenis - Jenis Hadits Beserta Contohnya

by Rizal Faizurohman


 Tags: Hadits         Senin, 20 Jan 2014         790x Dibaca

Pendahuluan

Segala puji hanya bagi Allah SWT - Rabb semesta alam. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Mungkin selama ini kita hanya mengetahui jenis hadits itu ada 3 saja, yaitu shahih - hasan - dan dhaif. Ternyata selain ketiga jenis hadits tersebut, masih banyak jenis - jenis hadits lain yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya. Hmm, penasaran? Ikuti terus kelanjutannya yaa :-)

Pembahasan

Hadits dalam Islam berarti perkataan (sabda), perbuatan, pernyataan, dan ketetapan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan sebagai landasan hukum kedua setelah Al-Qur'an. Hadits dapat berperan sebagai 'suplemen' atau 'penjelas' ketika Al-Qur'an membahas hal - hal yang bersifat umum. Misalnya ketika Al-Qur'an membahas tentang perintah dan hukum sholat ("Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk. - Al-Baqarah: 43"), maka diperlukan adanya hadits yang dapat menerangkan tentang tata cara sholat, syarat2nya, rukun2nya, waktu2nya, dan sebagainya. Nah, disinilah urgensinya mengapa hadits itu penting.

Karena sifat hadits yang penting, maka banyak oknum2 jahat yang memalsukan hadits ini. Tujuan kotor dibalik pemalsuan hadits ini-pun beragam, misalnya hadits2 palsu yang dibuat oleh kaum2 'luar pagar' untuk menghancurkan Islam dari dalam, hadits2 palsu yang dibuat untuk meninggikan atau mementingkan golongan tertentu, sampai pemalsuan hadits yang dilakukan oleh pelaku tasawuf dengan maksud agar lebih mencintai Al-Qur'an. Walau mungkin tujuannya baik, tapi yang namanya memalsukan hadits adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Hadits-kan asalnya dari Rasulullah, kalau misalnya kita memalsukan hadits, berarti secara langsung kita telah memberitakan sesuatu yang bohong terhadap diri beliau, bukan? :-)

Oke, kembali ke topik.. Sebelum membahas jenis - jenis hadits, ada baiknya kita mengetahui beberapa istilah yang berkaitan dengan ilmu hadits ini. Tujuannya adalah agar kita dapat lebih mudah mencerna bahasan selanjutnya. Berikut adalah beberapa istilah dalam ilmu hadits tersebut:

  • Sanad = yaitu rantai penutur atau periwayat hadits. Dimulai dari orang yang mencatat hadits tersebut hingga sampai ke Rasulullah. Misalnya: "Musaddad mengabari bahwa Yahya sebagaimana diberitakan oleh Syu'bah, dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: ..."
  • Matan = (bukan mantan :p) yaitu isi redaksi dari hadits. Contohnya: "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinya sendiri."

Bagaimana? Sudah familiar dengan kedua istilah di atas? Kalau sudah ayo kita lanjut ke bahasan selanjutnya :-)

Hadits dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria2 tertentu. Berikut adalah beberapa diantaranya:

1.  Berdasarkan Tingkat Keasliannya

  • Hadits Shahih = yaitu hadits yang memiliki tingkat penerimaan yang tinggi. Syaratnya adalah sanadnya bersambung; diriwayatkan oleh orang yang adil, kuat ingatannya, istiqomah, dan dapat dipercaya; matan (isi) hadits tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan tidak memiliki kejanggalan. Hadits ini biasanya telah diriwayatkan oleh banyak orang. Contoh haditsnya adalah: "Dari Ibnu Abbas ra.: Bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram)  dan beliau memerintahkannya untuk berpuasa Asyura tersebut (hukumnya sunnah) - HR. Bukhari-Muslim"
  • Hadits Hasan = hampir sama dengan hadits shahih, hanya saja ada beberapa periwayatnya yang kurang kuat ingatannya. Contoh haditsnya adalah: "Kalau aku tidak memberatkan umatku, niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali akan bersholat - HR. Turmudzi"
  • Hadits Dhaif = yaitu hadits lemah, sanadnya tidak bersambung, terdapat periwayat yang lemah ingatannya-bahkan pembohong, terdapat kejanggalan dalam matan-nya. Hadits jenis ini tidak boleh dijadikan landasan dalam menetapkan sesuatu. Contohnya adalah: "Barangsiapa yang berpuasa pada hari rabu dan kamis, maka telah ditetapkan baginya untuk bebas dari api neraka - HR. Abu Ya'la"
  • Hadits Maudhu' = yaitu hadits yang dicurigai kuat sebagai hadits palsu. Cirinya adalah: dalam sanadnya terdapat periwayat pembohong, matan-nya bertentangan dengan Al-Qur'an, bahasanya jelek, mengandung unsur dongeng yang tidak masuk akal. Hadits jenis ini jelas harus ditolak. Contoh haditsnya adalah: "Laba - laba itu adalah setan yang dirubah bentuknya oleh Allah, maka bunuhlah binatang itu."

2.  Berdasarkan Jumlah Penuturnya

  • Hadits Mutawattir = yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah orang atau dengan sanad yang banyak, yang akan mustahil jika mereka bersatu untuk berdusta dalam hadits tersebut, dari permulaan sanad hingga akhirnya. Contoh hadits ini adalah: "Sesungguhnya Qur'an ini diturunkan atas tujuh macam huruf (qiraat) - HR. Bukhari-Muslim"
  • Hadits Ahad = yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih dengan tidak memenuhi persyaratan hadits mutawattir. Contohnya adalah: "Setiap amal tergantung dengan niat. Maka siapa yang hijrahnya untuk dunia uang ingin didapatkannya atau untuk seorang wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan, dan barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya - HR. Bukhari"

3.  Berdasarkan Ujung Sanad

  • Hadits Marfu' = yaitu hadits yang sanadnya berujung langsung kepada Rasulullah SAW. Contohnya adalah: "Musaddad mengabari bahwa Yahya sebagaimana diberitakan oleh Syu'bah, dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinya sendiri - HR. Bukhari"
  • Hadits Mauquf = yaitu hadits yang sanadnya terhenti pada sahabat nabi tanpa ada tanda - tanda yang menunjukkan derajat marfu'. Contohnya adalah "Dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata : Jangan lah hendaknya salah seorang dari kamu taqlid agamanya dari seseorang, karena jika seseorang itu beriman, maka ikut beriman, dan jika seseorang itu kufur, ia pun ikut kufur - HR. Abu Na'im"
  • Hadits Maqtu' = yaitu hadits yang sanadnya terhenti kepada para Tabi'in (orang yang pernah bertemu sahabat nabi). Contohnya: "Dari Qatadah, ia berkata: adalah Sa`Id Bin Musaiyib pernah shalat dua rakaat sesudah ashar - HR. Al Muhalla"

4.  Berdasarkan Keutuhan Sanad

Ilustrasi sanad: Pencatat Hadits > penutur 4 > penutur 3 > penutur 2 (tabi'in) > penutur 1(sahabat) > Rasulullah SAW

  • Hadits Musnad = yaitu hadits yang urutan sanadnya tidak terpotong pada bagian tertentu.
  • Hadits Mursal = yaitu hadits yang penutur 1 tidak ditemui, dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW.
  • Hadits Munqati' = yaitu hadits yang sanadnya terputus pada penutur ke 3 atau ke 4.
  • Hadits Mu'dal = yaitu hadits yang terputus pada dua generasi berturut2.
  • Hadits Mu'allaq = yaitu hadits yang terputus dari penutur ke 4 sampai penutur ke 1.

Oke, itulah beberapa diantara jenis-jenis hadits yang bisa penulis sampaikan pada artikel kali ini. Semoga bermanfaat, dan jika terdapat kesalahan pada artikel ini, mohon masukannya yaa :-)

Penutup

Semoga sedikit [sekali] ilmu yang penulis sampaikan pada artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca, dan mampu mengugah kesadaran kita semua agar mau lebih peduli terhadap hadits. Karena sebagai muslim, hadits merupakan pedoman kedua bagi kita setelah Al-Qur'an. Semoga kita semakin terpacu dalam mempelajari ilmu hadits, sehingga mampu memilih mana hadits yang benar2 berasal dari Rasulullah SAW dan mana hadits2 yang bukan berasal dari beliau serta mampu mengamalkannya dengan istiqomah. Aamiin :-)

Catatan: harap cantumkan sumber jika anda berniat mencuplik tulisan ini, CMIIW :-)

Daftar Pustaka

Almanhaj. Contoh-Contoh Hadits Ahad. Akses tanggal 20 Januari 2014.

Bahreisj, Hussein. Studi Hadits Nabi. Surabaya: CV. Amin.

Wikipedia. Hadits. Akses tanggal 20 Januari 2014.

Witanto, Edy. Hadits Qudsi, Marfu, Mauquf dan Maqthu. Akses tanggal 20 Januari 2014.



comments powered by Disqus

Cari Artikel

Random Quote

"Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kpdmu dg sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, krisis pangan sampai kematian, & berikanlah kabar gembira ini kpd org2 sabar yaitu org2 yg ditimpa musibah mrk mengucapkan : lnna lillahi wainnaa ilaihi raaji'un" (QS 2: 156)